Gelombang
Cahaya
Cahaya merupakan gelombang
elektromagnetik dengan spektrum yang terbatas (spektrum optik atau
spektrum tampak), dimana pada spektrum tertentu tersebut gelombang
elektromagnetik dapat terlihat yang kemudian kita sebut sebagai cahaya. Tidak
ada batasan yang eksak mengenai spektrum optik tersebut, akan tetapi mata
normal manusia dapat menerima/merasakan gelombang elektromagnetik dengan
panjang gelombang antara 400 sampai 700 nm (yang kita sebut sebagai cahaya
tampak).
Selain cahaya adalah gelombang, cahaya juga dapat dikatakan terdiri dari partikel yang disebut foton. Arah getar cahaya tegak lurus terhadap arah rambatnya, jadi gelombang cahaya dikategorikan sebagai gelombang transversal.
Sifat Gelombang Cahaya
Gelombang
cahaya memiliki empat karakteristik utama, yaitu:
Dispersi Cahaya
Dispersi
merupakan pembiasan cahaya putih (cahaya polikromatik) menjadi komponennya
yaitu cahaya monokromatik. Dispersi akan terjadi saat cahaya putih melewati
medan pembias.
Kita
dapat mengamati sifat cahaya ini dengan menggunakan prisma sebagai medan
pembias. Pada prisma, cahaya yang masuk akan mengalami pembiasa dua kali, yakni
saat masuk ke prisma dan saat keluar ke prisma.
Pelangi merupakan
salah satu contoh dispersi cahaya yang dapat kita amati secara alami. Air hujan membiaskan
cahaya matahari sehingga cahaya terdispersi menjadi berbagai cahaya tampak yang
kita sebut sebagai pelangi.
Interferensi Cahaya
Interferensi
cahaya merupakan penjumlahan superposisi dua gelombang cahaya atau lebih yang
dapat menimbulkan terbentuknya gelombang lain.
Interferensi
cahaya pada celah ganda terjadi karena adanya beda fase cahaya dari cahaya yang
melalui kedua celah tersebut. Ketika sebuah sumber cahaya yang sama persis
frekeuensi dan panjang gelombangnya melewati dua buah celah, maka akan terjadi
superposisi yang menyebabkan munculnya garis-garis gelap dan terang pada layar.
Karena
superposisi gelombangnya memiliki sudut interferensi, persamaannya dapat
ditulis sebagai:
Perhatikan
gambar diatas, jika sudut nya sangat kecil (
)
sehingga nilai
sebesar
y/l, maka persamaannya menjadi:
Untuk
pita terang:
Untuk
pita gelap:
Di
mana:
d =
jarak antar celah (m)
θ = sudut interferensi
m = orde (0,1,2,…)
𝜆 = panjang gelombang (m)
y = jarak pita orde-m ke terang pusat (m)
l = jarak celah ke layar (m)
Difraksi Cahaya
Difraksi
merupakan pelenturan cahaya saat cahaya melalui celah sehingga cahaya akan
terpecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan memiliki sifat cahaya
yang baru.
Difraksi Celah Tunggal:
Saat
cahaya melalui celah yang sangat kecil maka dapat terjadi peristiwa
terbentuknya pita gelap dan terang yang disebut sebagai difraksi celah tunggal.
Setelah cahaya melalui celah tersebut, terbentuklah cahaya baru (dengan
menganggap celah sebagai sumber cahaya baru) yang menyebar ke segala arah.
Pada
difraksi celah tunggal, pita terang akan menutup satu orde-m. Maka persamaannya
menjadi:
Untuk pita terang:
Untuk
pita gelap:
Difraksi pada kisi (Celah Banyak)
Jika
sebuah cahaya monokromatis dilewatkan pada lempeng kisi atau celah banyak, maka
akan terbentuk pola difraksi berupa pola gelap dan terang pada layar. Kisi
adalah susunan celah yang sejajar dan memiliki ukuran yang sama, dan dapat dibuat
dengan cara membuat goresan-goresan pada lempeng kaca atau logam menggunakan
ujung intan.
Hubungan
antara banyaknya celah dengan jarak antar celah dirumuskan sebagai:
Pada
difraksi celah banyak, pola terang dan gelang sama dengan Interferensi.
Untuk
pita terang:
Untuk
pita gelap:
Polarisasi Cahaya
Polarisasi cahaya merupakan berkurangnya intensitas cahaya yang diakibatkan oleh berkurangnya komponen pada gelombang cahaya. Polarisasi hanya dapat terjadi pada gelombang transversal. Polarisasi cahaya dapat terjadi akibat pemantulan, pembiasan, absorpsi dan hamburan.
§ Polarisasi akibat pembiasan:
Jika
sinar pantul tegak lurus dengan sinar biasnya, maka sinar pantul akan
terpolarisasi. Besarnya sudut polarisasi dapat dihitung dengan persamaan:
Di
mana:
ip = sudut polarisasi
n2 = indeks bias tujuan
n1 = indeks bias asal
§ Polarisasi akibat absorpsi:
Jika
intensitas cahaya terpolarisasi, maka setelah melewati polarisator pertama,
maka persamaan intensitas cahaya menjadi:
Di
mana:
I1 = intensitas cahaya setelah melewati
polarisator (cd)
I0 = intensitas sumber cahaya (cd)
Contoh Soal Gelombang Cahaya dan Pembahasan
Seberkas cahaya
monokromatik dengan panjang gelombang 500 nm tegak lurus pada kisi difraksi.
Jika kisi memiliki 400 garis tiap cm sudut deviasi sinar 300, maka banyaknya garis terang pada layar adalah…
A. 24
B. 25
C. 26
D. 50
E. 51
Pembahasan:
Dari
soal, diketahui:
![]()
![]()
![]()
Pertama,
tentukan hubungan antara banyaknya celah dengan jarak antar celah:
![]()
![]()
Lalu,
kita bisa dapatkan orde m-nya:
![]()
![]()
![]()
Jadi,
banyaknya garis terang pada layar adalah 25 pada bagian atas, 25 pada bagian
bawah, dan 1 pada pusatnya di tengah. Sehingga total banyaknya garis terang
yang terbentuk adalah:
m = 25 + 25 + 1
m = 51
Jadi,
jawaban yang benar adalah E



